GRUP IBU IBU DOYAN NULIS

Published November 16, 2011 by ruangparaperekacerita

Seperti biasa, kalau ada teman yang minta saran tentang menulis cerita, maka saya pun memberi input sebatas kemampuan  saya. Hari ini, sambil membuka FB saya tertarik dengan diskusi tentang majas di grup Ibu Ibu Doyan Nulis, dan dengan spontan saya ingin urun rembuk dengan mengetengahkan kalimat dari Yuni Shara dalam talkshow KTV. “Saya selalu bertemu dengan laki-laki yang salah.”

Kalimat ini bagi saya begitu berpotensi menjadi pembuka kalimat atau kalimat lanjutan atau penutup cerita bahkan juga menjadi inti sebuah cerita.

Saya pun meminta ijin bergabung dengan grup ini, dan rupanya….maaf…itu grup khusus untuk para woman. Mohon maaf ya Ibu-Ibu, saya terpancing untuk urun komentar tadi.

 

salam,

sae

3 comments on “GRUP IBU IBU DOYAN NULIS

    • ibarat berjalan, orang harus tahu kemana tujuannya dan apa yang diinginkan. Membuat ending cerita, bagi saya, adalah memastikan perjalanan akan berakhir di mana. Bentuk ending yang diinginkan boleh beragam seperti menggembiarakan, menyedihkan, kejutan, dan lain-lain. Satu hal yang pasti, ending itu penutup, akhir sebuah cerita, dia bukan celah yang terbuka dan membuat orang yang membaca bertanya-tanya: ini lanjutannya mana? Jadi, pastikan, ending itu benar-benar menutup. Apakah penutup itu bersifat memberi konklusi atau malah pertanyaan, itu lain soal. Tapi yang jelas, tidak membuat pembaca bertanya-tanya: ini lanjutannya mana?

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: